Nafasnya berhenti. Jantungnya pun sudah tak lagi berdetak. Bahkan aku tak bisa lagi melihat dia memandangku, karena matanya tak pernah lagi kulihat terbuka. :’(
Saat aku memikirkannya, ketakutan itu seketika menyeruak dari tubuhku. Aku merasa tak sanggup! Aku sama sekali tidak pernah siap untuk menghadapinya! Dan seandainya aku bisa menawar pada Sang Pemilik Semesta, aku akan memintaNYA untuk tidak mengambil orang-orang yang kusayangi.
Terkadang aku sulit untuk menerima kenyataan bahwa manusia pada akhirnya akan meninggal, mati, wafat, atau apapun sebutannya. Kenapa ya harus ada perpisahan itu? Terkadang itu yang menyentak egoku saat aku harus kehilangan seseorang yang kusayangi.
Dan ketakutanku TERJAWAB, pada hari itu, pada detik itu
aku kehilanganMU , AYAH . bukan untuk hari ini saja tapi untuk SELAMANYA sampai aku benar-benar menemaniMU disana , di tempat terindah cintaan-Nya
Tuhan, aku ingin setitik doa’ku kali ini, menjadi bekal untuk Ayah disana , menjalani kehidupan barunya di alam yang berbeda .
Ya Allah, hamba mohon, jangan biarkan Ayah merasakan sepi, sendiri dan gelap. Terangilah jalannya ya Allah, ampuni Beliau, jagalah beliau, dan temanilah beliau. Ayah tak ingin melihat anaknya sengsara di dunia dan aku pun berharap agar Engkau memberikan segalanya yang indah yang Kau miliki untuknya ya Allah.
Terima Kasih y Allah Engkau telah memberikan kesempurnaan itu untukku, keluarga yang lengkap, kebahagiaan yang sempurna, hidup bersama guru besar yang menuntunku ke jalan yang Engkau ridloi
Love you Dad , Love You . semoga Engkau Tenang Di alam Sana